BAB II
PEMBAHASAN
2.1 RNA
(Ribo Nucleid Acid)
Asam ribosa nukleat (RNA) adalah
satu dari tiga makromolekul utama (bersama dengan DNA dan protein)
yang berperan penting dalam segala bentuk kehidupan. Asam ribonukleat berperan
sebagai pembawa bahan genetik dan memainkan peran
utama dalam ekspresi genetik (Wikipedia).
RNA adalah suatu asam ribonukleat
yang terdapat dalam alur informasi genetik organisme yang berupa dogma sentral
dari DNA -> RNA -> Protein, yaitu DNA ditranskripsi menjadi RNA, dan
selanjutnya RNA ditranslasi menjadi protein. Didalam sel terdapat tiga jenis
RNA yaitu mRNA, tRNA dan rRNA. Diantara ketiga jenis RNA, mRNA dapat
dimanfaatkan untuk tujuan tersebut di atas (Dale, 1994).
2.2 Struktur
RNA
RNA merupakan polimer
yang tersusun dari sejumlah nukleotida.
Setiap nukleotida memiliki satu gugus fosfat, satu gugus pentosa,
dan satu gugus basa nitrogen (Wikipedia).
RNA dalam keadaan normal merupakan
untai tunggal, namun pada kenyataannya untai tunggal ini dapat membentuk
dupleks dengan membentuk ikatan hidrogen, sebagaimana DNA, jika terdapat untai
yang komplemen dalam urutan basa nukleotidanya. Bentuk dupleks RNA akan
mengakibatkan terhalangnya proses translasi sehingga sintesis protein
terganggu, atau posttranscriptional gene silencing (PTGS), atau gene silencing
(Malik, 2005).
2.2.1 Struktur primer RNA
Struktur
primer RNA terdapat sebagai rantai tunggal dan merupakan untaian rantai
ribonukleotida. Untaian rantai ribonukleotida ini mempunyai struktur tulang
punggung yang terdiri atas gugus-gugus ribosa dan asam fosfat secara
bergantian. Pada RNA, gula pentosa penyusunnya adalah ribosa. Dan terdapat basa
urasil tetapi tidak terdapat basa timin. Sehingga basa nitrogen pada RNA yaitu adenin,
guanin,
sitosin,
dan urasil (Sumardjo, 2008).
2.2.2 Struktur sekunder RNA
Struktur sekunder RNA terbentuk
jika struktur primernya melipat diri sehingga memperoleh ciri berutas rangkap,
tetapi tidak berbentuk heliks (Sumardjo, 2008).
Gambar
1 : Struktur RNA.
2.3 Tipe-tipe
RNA
Menurut Sumardjo
(2008), RNA
terdiri atas 3 jenis, yaitu :
Messenger RNA atau mRNA, yang juga
dikenal sebagai RNA duta, RNA utusan, RNA pesuruh, RNA kurir, atau RNA pembawa pesan,
berupa poliribonuskleotida berantai tunggal. Molekulnya lebih besar dan lebih
panjang dibandingkan dengan RNA yang lain. mRNA bertindak sebagai pola cetakan
pembentuk polipeptida. Fungsi utama mRNA adalah membawa kode-kode genetik dari
DNA ke ribosom, dan juga sebagai cetakan dalam sintesis protein.
Transfer RNA atau RNA pemindah,
mempunyai molekul yang paling pendek dibandingkan dengan RNA yang lain. tRNA bertindak
sebagai penerjemah kodon dari mRNA. Selain itu, tRNA berfungsi mengikat
asam-asam amino yang akan disusun menjadi protein dan mengangkutnya ke ribosom.
Pada tRNA terdapat bagian yang berhubungan dengan kodon yang dibuat antikodon dan bagian yang berfungsi
sebagai pengikat asam amino.
Ribosom tersusun atas beberapa protein dan sejenis
RNA yang dikenal sebagai RNA ribosom atau ribosomal RNA dan disingkat rRNA. Ribosomal
RNA terutama dihasilkan oleh gen khusus, yaitu bagian kromatin yang melekat
pada nukleous. rRNA membentuk sekitar 65% bobot ribosom. Molekulnya berupa pita
tunggal dan tidak bercabang, serta mempunyai bagian tempat basa-basa
komplementernya membentuk pasangan-pasangan, tetapi tidak berupa heliks ganda. Fungsi rRNA
sampai sekarang masih belum banyak diketahui, tetapi diduga memiliki peranan
penting dalam proses sintesis protein.
2.4
Fungsi RNA
Pada
sekelompok virus
(misalnya bakteriofag), RNA merupakan bahan genetik. Ia
berfungsi sebagai penyimpan informasi genetik, sebagaimana DNA pada organisme
hidup lain. Ketika virus ini menyerang sel hidup, RNA yang dibawanya masuk ke
sitoplasma sel korban, yang kemudian ditranslasi
oleh sel inang untuk menghasilkan virus-virus baru.
Namun,
peran penting RNA terletak pada fungsinya sebagai perantara antara DNA dan protein
dalam proses ekspresi genetik karena ini berlaku
untuk semua organisme hidup. Dalam peran ini, RNA diproduksi sebagai salinan
kode urutan basa nitrogen DNA dalam proses transkripsi.
Kode urutan basa ini tersusun dalam bentuk 'triplet', tiga urutan basa N, yang
dikenal dengan nama kodon.
Setiap kodon berelasi dengan satu asam amino
(atau kode untuk berhenti), monomer yang menyusun protein (Wikipedia).
2.5 Sintesis Protein
Sintesis protein merupakan proses penerjemahan
informasi gen yang berisi enzim atau protein yang diinginkan menjadi enzim atau
protein tersebut. Tahapan sintesis
protein menurut Dale (1994), meliputi :
1.
Transfer informasi genetik
dari DNA ke RNA (transkripsi).
2.
Penerjemahan informasi genetik
yang terdapat pada mRNA ke dalam polipeptida (translasi).
2.5.1 Transkripsi RNA
Transkripsi RNA adalah pembentukan atau pencetakan mRNA oleh salah
satu utas atau pita DNA. Proses ini berlangsung di dalam inti sel, dibawah
pengaruh enzim RNA polimerase. Selanjutnya, mRNA yang telah terbentuk
meninggalkan inti sel menuju ribosom dalam sitoplasma untuk mencetak protein (Campbell, 2002).
2.5.2
Translasi RNA
mRNA yang sudah
keluar dari inti sel dan telah melalui proses splicing (penyambungan) akan
bergabung dan menempel pada ribosom. tRNA berperan dalam mengikat asam amino
pada salah satu ujungnya dan membawa asam-asam amino tersebut, menuju ribosom
untuk disusun menjadi urutan nukleotida yang sesuai cetakan yang ada pada kodon
mRNA (Campbell, 2002).
Menurut Campbell (2002), urutan sintesis protein :
1.
DNA membentuk mRNA untuk membawa kode sesuai urutan basa N-nya.
2.
mRNA meninggalkan inti, pergi ke ribosom dalam sitoplasma.
3.
tRNA datang membawa asam amino yang sesuai dengan kode yang
dibawa oleh
mRNA.
4.
Asam-asam amino akan berjajar-jajar dalam urutan
yang sesuai dengan kode sehingga terbentuklah protein yang diharapkan.
5.
Protein yang terbentuk merupakan enzim yang mengatur metabolisme
sel dan reproduksi.

Gambar
2 : Sintesis Protein
2.6 Virus RNA
Percobaan
rekonsiliasi oleh H. Fraenkel-Conrat dan B.Singer, pada tahun 1957 (sebuah
percobaan yang membuktikan bahwa RNA merupakan materi genetik pada beberapa
jenis virus) yaitu salah satu eksperimen pertama yang menemukan bahwa virus
menyimpan informasi genetiknya dalam bentuk RNA. Percobaan rekonsiliasi ini
sangat sederhana namun dapat memastikan bahwa materi genetik di dalam virus
tertentu adalah RNA. Percobaan ini menggunakan TMV (Tobacco Mosaik Virus)
sebuah virus kecil yang terdiri atas molekul tunggal RNA yang terbungkus dalam
selimut protein. Dengan menggunakan perlakuan kimia tertentu, selimut protein
pada TMV dapat dipisahkan dari RNA nya, lebih dari itu proses ini dapat dibalik
(memasangkan kembali selimut protein pada RNA virus). Fraenkel-conrat dan
B.Singer memilih dua strain TMV yang berbeda, mereka memisahkan RNA dari
selimut proteinnya. Setelah itu, mereka menyilangkan protein dan RNA antar
kedua strain TMV tersebut (RNA dari virus pertama dengan protein dari virus
kedua, dan protein dari virus pertama dengan RNA dari virus kedua), setelah itu
direkonsiliasi dan diinjeksikan pada daun tembakau. Ternyata keturunan yang
dihasilkan pada daun tembakau tersebut menunjukkan bahwa secara genotif maupun
fenotif identik dengan strain virus asal RNA.Dengan demikian dapat dipastikan
informasi genetik pada TMV bukanlah tersimpan di dalam protein, melainkan
tersinpan di dalam RNA. Sehingga disepakati bahwa RNA merupakan materi genetik
pada virus tersebut. Aktifitas RNA virus dalam proses replikasi virus di dalam
sel inang. Sebagai materi genetik, tentunya RNA yang terdapat di dalam virus
berperan aktif terhadap penentuan sifat-sifat virus tersebut, termasuk juga di
dalam proses replikasi virus. Namun biasanya sel inang yang diinfeksi oleh
virus memiliki materi genetik berupa DNA, sehingga harus ada sebuah mekanisme
tertentu yang dapat memfasilitasi retrovirus ini dalam proses replikasi di
dalam sel inang.
Jenis
virus, seperti TMV dan Influenza, RNA berperan sebagai materi genetik utama,
sebab, virus-virus dari golongan ini tidak memiliki DNA sebagai materi
genetiknya. RNA yang terdapat di dalam virus-virus tersebut dinamakan sebagai
RNA Genom, dikarenakan RNA inilah yang berperan sebagai penyimpan informasi
genetik dan mempengaruhi sifat-sifat dari virus tersebut. Semakin banyak
virus-virus yang teridentifikasi dan dipelajari, semakin jelas bahwa banyak
dari virus-virus ini tersusun atas RNA dan protein (tanpa DNA). Dari semua
penelitian-penelitian akhir-akhir ini diketahui “Virus RNA”ini menyimpan informasi
genetiknya pada asam nukleat, bukan pada proteinnya, sama dengan makhluk hidup
yang lainnya. Namun pada virus-virus ini materi genetiknya berupa RNA (Suryo,
2004).

0 komentar:
Posting Komentar